Jika kamu
memiliki anak, mainan anak adalah barang yang tidak bisa dihindari
penggunaannya. Kamu pastinya tahu dan menyadari bahwa mainan anak akan mudah
membuat rumah terlihat berantakan, apalagi saat jumlahnya semakin bertambah
banyak. Untuk itu, perlu bagi kamu untuk mengetahui bagaimana cara merapikan
dan menyimpan mainan anak dengan benar.
Bukan hanya soal
kerapian atau mainan anak seperti monster hunter mudah dicari saat akan memakainya lagi,
organisasi yang baik juga dapat menjaga kualitas dari mainan anak itu sendiri.
Rugi sekali kalau mainan anak jadi mudah rusak hanya karena teledor saat
menyimpannya.
Berikut ini
adalah beberapa aturan merapikan mainan anak yang bisa kamu terapkan pada kamar
anak, ruang bermain anak, ataupun area bermain di sudut ruangan.

Tentukan Mainan
Anak Apa yang Sesuai untuk Si Kecil
Ada beberapa
faktor yang bisa dipertimbangkan dalam pemilihan mainan anak. Dari segi manfaat
untuk tumbuh kembang anak, mainan anak yang dipilih sebaiknya dapat menjadi
media belajar anak sekaligus menstimulasi pergerakkannya.
Dari segi
selera, mainan anak bisa disesuaikan dengan karakter si kecil. Langkah awal ini
dapat membuatmu mengerucutkan pilihan mainan anak atau boneka apa yang paling
kamu butuhkan.
Manfaatkan Sudut
Ruang yang Kosong
Jangan biarkan
ruangan terlihat tanggung, seperti ruang sisa yang ada di bawah tangga atau
bidang dinding yang tidak simetris, kosong, dan tidak dimanfaatkan. Cara paling
tepat menyiasati ruangan seperti ini adalah dengan mengolahnya menjadi tempat
penyimpanan.
Tidak hanya
mainan anak yang berukuran kecil, sepeda dan mobil-mobilan yang memakan tempat
pun jadi bisa disimpan dengan rapi di lemari bawah tangga.
Kelompokkan Mainan
Anak dan Maksimalkan Storage
Pengelompokkan
mainan anak merupakan bagian dari decluttering yang dapat dilakukan dengan
memisahkan jenis dan ukuran mainan. Kamu dapat menggunakan rak terbuka atau
lemari anak yang diisi dengan boks-boks penyimpanan. Jika storage digunakan
untuk si kecil dan saudaraya, tiap-tiap boks bisa diberi label penanda agar
mainan anak tidak tertukar.
Namun, storage
terbuka membuat mainan anak mudah tercecer, ruangan jadi lebih mudah
berantakan. Penggunaan storage tertutup lebih rapi dan bisa menyediakan ruang
storage yang lebih besar.
Kamu bisa
memaksimalkannya dengan memanfaatkan bagian dalam dan daun pintunya. Dengan
melakukan decluttering ini, si Kecil pun akan lebih mudah menemukan atau
mengembalikan mainannya sesuai jenis.
Tularkan Prinsip
Minimalis
Kesuksesan
mengorganisir mainan anak tidak bisa dilepaskan dari prinsip minimalis, tapi
prinsip ini tidak bisa hanya diterapkan oleh kamu dan si kecil saja. Seringkali
mainan anak yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak justru didapat dari hadiah
ulang tahun. Hal ini bisa merepotkanmu apabila kamu tidak memiliki tempat
penyimpanan yang cukup.
Ajak kerabat dan
temanmu untuk tanggap bahwa kamu sedang menerapkan gaya hidup minimalis. Beri
saran kepada mereka untuk menghadiahi mainan anak yang paling dibutuhkan oleh
si kecil.
Selalu Libatkan Si
Kecil
Membereskan
mainan bukan hanya menjadi pekerjaan rumah orang tua, tapi juga menjadi
tanggung jawab pemiliknya. Berikan arahan kepada si kecil untuk selalu
merapikan mainan selesai ia menggunakannya.
Cara ini tak
sekedar memupuk rasa tanggung jawab si kecil, tetapi turut memberikan efek
psikologis yang baik. Menurut beberapa penelitian, saat ia berhasil menjaga
barang-barang yang dimilikinya anak jadi merasa lebih tenang dan percaya diri.















